NAWFAL ALFINA SI ANAK BERBAKAT INDONESIA

ANAK GIFTED (BERBAKAT) INDONESIA NAWFAL ALFINA

Bismillahirrohmanirrohim 💌

Assalamualaikum Warahmatullah Wb
Hallo teman teman semuanya, apa kabar? Semoga senantiasa dalam lindungan Allah Swt Aamiin.
Sebelum membaca tulisan inti, mari kita membaca doa sesuai kepercayaan atau keyakinan masing masing ...... Aamiin. 
Postingan ini merupakan hasil resume dari berbagai sumber sebagai bentuk tugas terstruktur mata kuliah "Konseling Berkebutuhan Khusus" yang diampu oleh bapak Peni Ramanda S.Pd, M.Pd.

💫💫💫💫💫

Dalam beberapa tahun terakhir, isu mengenai anak berbakat mencuat di dunia pendidikan. Menurut Martison dalam SC. Utami Munandar, anak berbakat ialah mereka yang diidentifikasi oleh orang-orang profesional memiliki kemampuan yang sangat menonjol, sehingga memberikan prestasi yang tinggi. 

Anak-anak ini membutuhkan program pendidikan yang berdiferensiasi dan atau pelayanan di luar jangkauan program sekolah yang biasa, agar dapat mewujudkan sumbangannya terhadap diri sendiri maupun terhadap masyarakat.

Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN), pasal 8 ayat 2 menyatakan, "Warga negara yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa berhak memperoleh perhatian khusus". Pasal ini mempunyai arti sangat penting dan merupakan salah satu dari sekian banyak hal yang inovatif dalam UUSPN, sebab melalui pasal ini pendidikan bagi "anak berbakat" mendapat dasar hukum. 

Klasifikasi dan Karakteristik Anak Berbakat

Anak yang mempunyai kecerdasan di atas rata-rata dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, seperti dikemukakan oleh Sutratinah Tirtonegoro yaitu; Superior, Gifteddan Genius. Ketiga kelompok anak tersebut memiliki peringkat ketinggian intelegensi yang berbeda.

1. Genius

Genius ialah anak yang memiliki kecerdasan luar biasa, sehingga dapat menciptakan sesuatu yang sangat tinggi nilainya. Intelligence Quotient-nya (IQ) berkisar antara 140 sampai 200. Anak genius memiliki sifat-sifat positif sebagai berikut; daya abstraksinya baik sekali, mempunyai banyak ide, sangat kritis, sangat kreatif, suka menganalisis, dan sebagainya. 

Di samping memiliki sifat-sifat positif juga memiliki sifat negatif, diantaranya; cenderung hanya mementingkan dirinya sendiri (egois), temperamennya tinggi sehingga cepat bereaksi (emosional), tidak mudah bergaul, senang menyendiri karena sibuk melakukan penelitian, dan tidak mudah menerima pendapat orang lain.

2. Gifted

Anak ini disebut juga gifted and talentedadalah anak yang tingkat kecerdasannya (IQ) antara 125 sampai dengan 140. Di samping memiliki IQ tinggi, juga bakatnya yang sangat menonjol, seperti ; bakat seni musik, drama, dan ahli dalam memimpin masyarakat. Anak gifted diantaranya memiliki karakteristik; mempunyai perhatian terhadap sains, serba ingin tahu, imajinasinya kuat, senang membaca, dan senang akan koleksi.

3. Superior

Anak superior tingkat kecerdasannya berkisar antara 110 sampai dengan 125 sehingga prestasi belajarnya cukup tinggi. Anak superior memiliki karakteristik sebagai berikut; dapat berbicara lebih dini, dapat membaca lebih awal, dapat mengerjakan pekerjaan sekolah dengan mudah dan dapat perhatian dari teman-temannya.

Hasil studi lain menemukan bahwa Anak-anak berbakat memiliki karakteristik belajar yang berbeda dengan anak-anak normal. Mereka cenderung memiliki kelebihan menonjol dalam kosa kata dan menggunakannya secara luwes, memiliki informasi yang kaya, cepat dalam menguasai bahan pelajaran, cepat dalam memahami hubungan antar fakta, mudah memahami dalil-dalil dan formulaformula, tajam kemampuan analisisnya, membaca banyak bahan bacaan (gemar membaca), peka terhadap situasi yang terjadi di sekelilingnya, kritis dan memiliki rasa ingin yang sangat besar.

Observasi Ananda Nawfal Alfina (Oleh Tim Kompas.com)

Observasi dilaksanakan selama ananda sekolah di SMP Islam Al-Azhar 13 Surabaya. Potensi awal sudah terlihat ketika ananda melakukan tes masuk sekolah. Ananda ingin melanjutkan prestasi bidang matematika yang pernah diraihnya ketika Sekolah Dasar di Sulawesi Selatan. Selain itu ananda juga ingin belajar robotika. 

Ananda melihat bahwa sekolah yang dapat memfasilitasi kemampuannya adalah d SMP Islam Al-Azhar 13 Surabaya. Dalam hal olah raga Taekwondo yang sudah ananda jalani ketika Sekolah Dasar, ananda memilih untuk mengembangkan sendiri di luar jam belajar sekolah.

Dalam proses belajar mengajar di kelas, ananda sangat proaktif khususnya bidang matematika dan IPA. Penyelesaian masalah yang menuntut pemikiran tingkat tinggi juga dapat diselesaikannya secara cepat dan tepat. Hal ini yang menjadi perhatian sekolah untuk memberikan fasilitas belajar lebih baik dengan mendatangkan guru khusus olimpiade matematika. 

Dan hasilnya sangat luar biasa. Ananda berhasil menjuarai olimpiade matematika tingkat alazhar se Indonesia tahun 2013, juara harapan KNMR tingkat Nasional tahun 2014 dan masuk perwakilan olimpiade matematika tingkat kota Surabaya untuk bertanding tingkat Propinsi se Jawa Timur tahun 2014.

Tahun 2013, ananda mencalonkan menjadi pengurus OSIS. Saat itu ananda masih mencalonkan diri menjadi wakil ketua OSIS, karena ananda masih kelas VII. Dalam debat calon ketua dan wakil ketua OSIS, ananda menunjukkan gagasan dan terobosan yang luar biasa dalam memajukan sekolah. Kemampuan bahasa asing juga ananda kuasai dengan baik. Sehingga ananda terpilih menjadi wakil ketua OSIS periode 2013/2014. 

Dalam perjalanan menjadi wakil ketua OSIS, ananda cukup baik dalam penyelesaian tugas-tugas membantu ketua OSIS dalam menjalankan program sekolah. Atas kontribusi yang baik, pada tahun 2014 ananda mencalonkan diri menjadi ketua OSIS. Berkat pengalaman dan ide-ide kreatifnya, ananda terpilih menjadi ketua OSIS periode 2014/2015. 

Ananda memberikan kontribusi cukup banyak kepada sekolah. Prestasi bidang robotika, juara murid berprestasi, juara OSN matematika, aktif terlibat dalam forum diskusi remaja kenselor sebaya, menjadi EO kegiatan kompetisi robot se Jawa Timur, EO kegiatan try out akbar SD se Surabaya, dan lain sebagainya.

Bidang ekstrakurikuler, ananda sangat konsen terhadap ekstrakurikuler robotika. Keikutsertaaan ananda sejak kelas VII sampai dengan kelas IX. Bakat ananda bidang teknologi robotika sudah terlihat ketika ananda dipercaya untuk mewakili sekolah dalam kompetisi robotika di salah satu lembaga swasta di Surabaya. Ananda tampil sangat percaya diri, tidak terlihat gugup dan dapat menjalankan robot dengan baik. Dalam kompetisi tersebut ananda berhasil mendapatkan juara II. 

Awal yang bagus untuk pemula robot. Kemampuan robotika ananda berkembang pesat, banyak kejuaraan yang diraihnya. Puncaknya ananda mengikuti kompetisi International Robot Olympiaddi Beijing China November 2014. Ananda mendapatkan Special Award atas karya yang dihasilkan. Ananda menciptakan robot penyiram tanaman otomatis, yang diberi nama "loving Plant Robot". 

Atas penghargaannya itu ananda mendapatkan penghargaan dari walikota Surabaya, dan ketua Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar Pusat. Ananda juga mendapatkan tiket memilih sekolah favorit sesuai dengan pilihan ananda.

Wawancara dengan Orang Tua Ananda Nawfal Alfina

Menurut Ibunda ananda (Ibu Sulistyowati), aktivitas nawfal di rumah cukup padat. Dalam seminggu dua kali, nawfal mengikuti les taekwondo, latihan Band dengan teman-temannya, belajar, membaca, dan banyak lagi. Hal yang teringat dalam bu Sulistyowati adalah ketika putranya kelas 2 SD sudah mengikuti kompetisi taekwondo tanpa sepengetahuannya. 

Nawfal memang rutin berlatih Taekwondo sejak TK di Sorowako Sulawesi Selatan. Sang bunda diberi tahu sesaat sebelum berangkat. Tentunya ibunda Nawfal sedih dan nggaktega, karena ia harus turun dikelas 35 kg. Namun seiring berjalannya waktu, Bu Sulistyowati akhirnya merestui Nawfal untuk terus mengembagkan potensi Taekwondo. 

Alfian Wijanarno selaku ayah Nawfal, rela berkorban, demi mendukung putranya mengembangkan potensi yang dimilikinya. Bapak Alfian meninggalkan pekerjaannya sebagai manajer sebuah perusahaan di Sulawesi, untuk kembali ke Surabaya. Kini ayah Nawfal bekerja sebagai manajer perusahaan automationdi Jakarta. 

Setiap Sabtu-Minggu baru pulang ke Surabaya. Keputusan pindah ke Surabaya dirasa sangat tepat oleh kedua orang tua Nawfal. Ia lebih punya ajang untuk berekspresi sesuai talentanya. Orang tua Nawfal juga merasa sangat nyaman ketika menyekolahkan di SMP Islam Al-Azhar 13 Surabaya. Selain potensi anaknya terwadahi, pendidiknya pun sangat komunikatif dalam diskusi tentang perkembangan anak.


Simpulan 

  • Ananda Nawfal Alfina dapat dikategorikan sebagai anak berbakat (gifted)
  • Ananda Nawfal Alfina memiliki IQ 136, mempunyai perhatian terhadap sains, matematika, musik, teknologi, olah raga, serba ingin tahu, imajinasinya kuat, dan senang membaca
  • Ananda Nawfal Alfina memiliki prestasi yang luar biasa, baik dalam bidang olimpiade matematika, musik, teknologi robotika, tingkat nasional maupun internasional
  •  Lingkungan keluarga dan sekolah memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan Ananda Nawfal Alfina berupa layanan belajar khusus, pembinaan prestasi dengan guru ahli, dan fasilitas sarana pendukung.
💫💫💫💫💫
REFERENSI
Yulius Hendro. 2017. NAW Si Anak Gifted (Berbakat). Kompasiana. https://www.kompasiana.com/hendro_yulius_suryo_putro/5a26a62a756db547ea756c13/naw-si-anak-gifted-berbakat?page=all

You Tube Chanel Official Net News

💫💫💫💫💫
Hani Mariah. Mahasiswi Bimbingan Konseling Islam. UIN SMH Banten. Angkatan 2018. 
"Tidak perlu banyak bicara bak tong kosong nyaring bunyinya, cari aja ilmu sebanyak banyaknya.. urusan gelar, profesi atau hasil itu adalah bonus buat perjuangan kamu" ~Hani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STUDI KASUS TUNAGRAHITA