HASIL OBSERVASI TUNANETRA (INDIVIDU BERKEBUTUHAN KHUSUS)

TUNANETRA DAN RASA SYUKUR

Assalamualaikum Warahmatullah Wb.
Bismillahirahmanrirrahim, dengan penuh rasa syukur penulis akan menyampaikan hasil observasi individu berkebutuhan khusus dengan penderita tunanetra sebagai tugas terstruktur mata kuliah konseling berkebutuhan khusus, jurusan Bimbingan Konseling Islam, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Dengan segala kekurangan penulis memohon maaf sebesar besarnya. 

Sebelum membaca semua mari berdoa menurut kepercayaan masing masing... alfatihah... aamiin.

Selamat membaca. Semoga bermanfaat 😊

💫💫💫💫💫💫

LAPORAN HASIL OBSERVASI TUNANETRA (INDIVIDU BERKEBUTUHAN KHUSUS)
Studi Kasus: (Bukit Jati, Ds. Kosambironyok, Kecamatan Anyer, Kab. Serang, Banten)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang 
Kegiatan observasi ini  merupakan kegiatan pembelajaran mata kuliah Konseling Berkebutuhan Khusus, jurusan Bimbingan Konseling Islam UIN SMH Banten, dengan dosen pengampu bapak Peni Ramanda S.Pd, M.Pd . Kegiatan observasi ini bertujuan agar mahasiswa mampu mengenal secara langsung individu berkebutuhan khusus, terutama individu yang mengalami tunanetra. Dengan mata kuliah ini tentu membantu para calon konselor untuk mengenali individu berkebutuhan khusus secara langsung. 

Pada kesempatan kali ini penulis melakukan observasi di wilayah sendiri, yaitu Bukit Jati, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Kebetulan tetangga penulis mengalami tunanetra sejak lahir. 


B. Tujuan Observasi
1. Untuk mengetahui secara langsung bagaimana aktivitas individu tunanetra.
2. Untuk mengetahui karakteristik individu tunanetra.
3. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh keluarga serumah dalam mengurus individu tunanetra.
4. Untuk mengetahui layanan apa yang sudah diberikan untuk individu tunanetra


C. Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan hasil observasi ini yakni untuk memberikan informasi dan pemahaman konseptual mengenai individu berkebutuhan khusus yang mengalami hambatan penglihatan (Tunanetra) di Bukit Jati, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten.


KAJIAN TEORI

A. Tunanetra
Tunanetra adalah individu yang memiliki hambatan dalam penglihatan. Definisi Tunanetra menurut Kaufman dan Hallahan adalah individu yang memiliki lemah penglihatan atau akurasi penglihatan kurang dari 6/60 setelah dikoreksi atau tidak lagi memiliki penglihatan. Karena tunanetra memiliki keterbatasan dalam indra penglihatan maka proses pembelajaran menekankan pada alat indra yang lain yaitu indra peraba dan indra pendengaran. Oleh karena itu prinsip yang harus diperhatikan dalam memberikan pengajaran kepada individu tunanetra adalah media yang digunakan harus bersifat taktual dan bersuara, contohnya adalah penggunaan tulisan braille, gambar timbul, benda model dan benda nyata. sedangkan media yang bersuara adalah perekam suara dan peranti lunak JAWS. Untuk membantu tunanetra beraktivitas di sekolah luar biasa mereka belajar mengenai Orientasi dan Mobilitas. Orientasi dan Mobilitas diantaranya mempelajari bagaimana tunanetra mengetahui tempat dan arah serta bagaimana menggunakan tongkat putih (tongkat khusus tunanetra yang terbuat dari alumunium).

B. Karakteristik individu dengan Kebutuhan Khusus (Tunanetra)
Setiap anak dengan kebutuhan khusus memiliki karakteristik (ciri-ciri) tertentu yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Berikut ini ciri-ciri yang menonjol dari anak dengan kebutuhan khusus (tunanetra).
Ciri-ciri tunanetra/ yang mengalami gangguan penglihatan adalah sebagai berikut, tidak mampu melihat, tidak mampu mengenali orang pada jarak 6 meter, kerusakan nyata pada kedua bola mata, sering meraba-raba/tersandung waktu berjalan, mengalami kesulitan mengambil benda kecil di dekatnya, bagian bola mata yang hitam berwarna keruh/besisik/kering, peradangan hebat pada kedua bola mata, mata bergoyang terus.

C. Klasifikasi Tunanetra
Tunanetra dapat diklasifikasikan kedalam dua golongan yaitu: buta total (Totally Blind) dan low vision.
1)        Kelompok yang mengalami keterbatasan penglihatan:
·      Mengenal bentuk atau obyek dari berbagai jarak
·      Menghitung jari dari berbagai jarak
·      Tidak mengenal tangan yang digerakkan
2)        Kelompok yang Mengalami Keterbatasan Penglihatan yang Berat (Buta) :
·      Yang tergolong mempunyai persepsi cahaya (light perception)
·      Yang tergolong tidak memiliki persepsi cahaya (no light perception)


PEMBAHASAN

A. Tempat Observasi
Bukit Jati
Bukit jati terletak di Kp. Pasar Sore, Rt. 13, Rw.03, Ds. Kosambironyok, Kec. Anyer, Kab. Serang, Prov. Banten.
Wilayah bukit dengan beberapa rumah yang tinggal disana, disebut bukit jati karena banyak pohon jati dan daun jati sudah menjadi khas sebagai wadah untuk bacakan, riungan atau acara acara makan besar.

Waktu
Observasi dilakukan pada hari Senin, 28 Maret 2021. Mulai pukul 08.30 - 12.00 WIB. 

B. Identitas Individu
1. Nama: Ibu Suheri
2. Usia: 50 Tahun an (tidak mendapat keterangan jelas)
3. Nama anggota keluarga: 
     - Ibu: Kasmeri
    - Ayah: Suhemi
4. Mengalami tunanetra total sejak lahir.
5. Pernah menikah 1x dalam waktu 3 bulan kemudian bercerai, dan tidak memiliki anak.
6. Pendidikan: tidak pernah sekolah sama sekali. Tetapi alhamdulillah mampu mengaji, rajin mengikuti pengajian hingga saat ini.


C. Karakteristik:
1. Tidak melihat secara total
2. Mata terbuka tetapi berwarna putih
3. Mampu merasakan atau melihat cahaya saja.
2. Kesulitan mengambil benda apapun
3. Jalan dengan meraba raba
Intelegensi lengkap yakni memiliki kemampuan dedikasi, analogi, asosiasi dan sebagainya, juga punya emosi negatif dan positif, seperti sedih, gembira, punya rasa benci, kecewa, gelisah, bahagia dan sebagainya
·        Sosial
-         Menutup diri
-         Perasaan mudah tersinggung
-         Curiga terhadap orang lain
-         Mengenal orang lewat suara/rabaan
-         Antisipasi terhadap orang yang pernah mengecewakannya

D. Aktivitas Sehari hari
1. Mengikuti pengajian rutin yang diselenggarakan oleh kampung.
2. Mencuci pakaian dan mencuci piring.
3. Menyapu.
4. Dan hal hal yang sekiranya mampu dia raba. 

"Perimen bae keadaan sira, siji sing kudu di inget, bersyukur. Allah nyipta aken manusia uis sebagus baguse, uis sempurna. Aja ngedeleng ngeduhur, tapi ngedeleng ngesor. Wakeh sing masih lebih kurang, wakeh sing ora bersyukur terus ngalakoni bunuh diri. Astagfirullah" ~Ibu Suheri
"Apapun keadaan kamu, 1 hal yang harus diingat, bersyukur. Allah menciptakan manusia sebagus bagusnya, sempurna. Jangan ngeliat keatas tapi liatlah kebawah. Banyak yang lebih kurang, banyak yang tidak bersyukur terus mealukan bunuh diri. Astagfirullah" 

Begitulah yang beliau katakan, tidak dipungkiri saya merasa terharu dan merasa lebih bersyukur lagi. 


PENUTUP

A. Simpulan
Jadi hasil observasi di wilayah Bukit jati, Kp. Pasar Sore, Rt. 13, Rw.03, Ds. Kosambironyok, Kec. Anyer, Kab. Serang, Prov. Banten adalah individu berkebutuhan khusus dengan sasaran penderita tunanetra.
Bernama ibu Suheri, walaupun dengan keadaan tidak melihat tetapi ibu suheri mampu mengaji, mencuci pakaian, mencuci piring dan melakukan aktivitas yang dirasa bisa diraba. 

B. Saran
Di usianya yang sudah mencapai 50 tahunan, diharapkan tetap melakukan aktivitas ringan untuk stamina yang tetap terjaga. 
Penulis sangat menyadari hasil observasi ini belum optimal, data data yang kurang lengkap dan lainnya. Penulis berharap kritik dan saran yang membangun sehingga penulis bisa lebih baik lagi untuk kedepannya.


REFERENSI
Ramadhan A, Supartini, dkk. (2015). Laporan Hasil Observasi Anak Berkebutuhan Khusus (Tunanetra). Makalah Pendidikan Inklusi. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Wawancara Langsung

💫💫💫💫💫💫💫

Alhamdulillahirabbil alamin. Saya ucapkan berjuta juta terimakasih kepada bapak Peni Ramanda S.Pd, M.Pd yang telah menugaskan saya dan kawan - kawan  untuk observasi langsung kepada penderita berkebutuhan khusus. 

Sebagai mahasiswa khususnya jurusan konseling memang diperlukan berkomunikasi langsung dengan para penderita yang berkaitan sebagai praktik, pendekatan, keilmuan dan kebermanfaatan lainnya. 
Saat saya wawancara mendalam dengan penderita, hati ini tersentuh dan berucap berjuta juta rasa syukur kepada Allah Swt. 

Menurut saya observasi seperti ini dapat meningkatkan rasa syukur kepada Allah, meningkatkan empati yang lebih, dan rasa peduli lebih tinggi. 

Terimakasih.
Wassalamualaikum Warahmatullah Wb.

💫💫💫💫💫💫

Penulis:
Hani Mariah. Mahasiswi Bimbingan Konseling Islam. UIN SMH Banten. Angkatan 2018. 
"Kalo kamu insecure coba ingat al quran surat at-tin ayat 4, yang menyatakan bahwa: Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik baiknya. So.. kamu gaboleh insecure lagi, karena itu ayat al quran" ~Hani


Komentar

Postingan populer dari blog ini

NAWFAL ALFINA SI ANAK BERBAKAT INDONESIA

STUDI KASUS TUNAGRAHITA