TUNADAKSA
Bismillahirrohmanirrohim ..
Assalamualaikum Warahmatullah Wb
Hallo teman teman semuanya, apa kabar? Semoga senantiasa dalam lindungan Allah Swt Aamiin.
Sebelum membaca tulisan inti, mari kita membaca doa sesuai kepercayaan atau keyakinan masing masing ...... Aamiin.
Postingan ini merupakan hasil resume dan pengamatan dari berbagai sumber sebagai bentuk tugas terstruktur mata kuliah "Konseling Berkebutuhan Khusus" yang diampu oleh bapak Peni Ramanda S.Pd, M.Pd.
💫💫💫💫💫
A. APA SIH TUNADAKSA?
Berikut yang dapat penulis jelaskan 👇
Tunadaksa adalah anak yang mengalami kelainan atau cacat yang menetap pada alat gerak (tulang, sendi, otot) sedemikian rupa sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus.
Jika mereka mengalami ganguan gerekan karena kaluyuhan pada fungsi saraf otak,mereka disebut Cerebral Palsy(CP).
Pengertian Anak tunadaksa bisa dilihat dari segi fungsi fisiknya dan dari segi anatominya. Dari segi fungsi fisik ,tuna daksa diartikan sebagai seseorang yang fisik dan kesehatannya mengalami masalah sehingga menghasilkan kelainan didalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya dan untuk meningkatkan fungsinya diperlukan program dan layanan khusus. Pengertian yang didasarkan pada anatomi biasanya digunakan pada kedokteran. Daerah mana ia mengalami kelainan.
B. CIRI DAN KARAKTERISTIK TUNADAKSA PADA UMUMNYA
a.Anggota gerak tubiuh kaku/lemah/lumpuh
b.Kesulitan dalam gerakan (tidak sempurna,tidak lentur/tidak terkendali).
c.Terdapat bagian anggota gerak yang tidak lengkap/tidak sempurna/lebih kecil dari biasa.
d.Terdapat cacat pada alat gerak.
e.Jari tangan kaku dan tidak dapat menggenggam.
f.Kesulitan pada saat berdiri/berjalan/duduk,dan menunjukkan sikap tubuh tidak normal.
g.Hiperaktif/tidak dapat tenang.Nilai Standart : 5
Kebutuhan Pembelajaran Anak tunadaksa
Guru sebelum memberikan pelayanan dan pengajaran bagi anak tuna daksa harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a.Segi Medisnya
Apakah ia memiliki kelainan khusus seperti kencing manis atau pernah di operasi,masalah lain seperti harus meminum obat da sebagainya.
b.Bagaimana kemampuan gerak dan bepergiannya.
Apakah anak kesekolah menggunakan transportasi,alat bantu dan sebagainya.Ini berhubungan dengan lingkungan yang harus dipersiapkan.
c.Bagimana komunikasinya.
Apakah anak mengalami kelainan dalam berkomunikasi,dan alat komunikasi apa yang digunakan (lisan,tulisan,isyarat) dan sebagainya.
d.Bagaimana perawatan dirinya
Apakah anak melakukan perawatan diri dalam aktifita kegiatan sehari-hari
e.Bagaimana posisinya.
Disini dimaksudkan tenang bagaimana posisi anak tersebut didalam menggunakan alat bantu,posisi duduk dalam menerima pelajaran,waktu istirahat waktu kamar kecil (toilet),makan dan sebagainya.Dalam hal ini physical therapis sangat diperlukan.
C. PENYEBAB TUNADAKSA
Menurut Murtie (2014), terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya tunadaksa, antara lain adalah sebagai berikut:
a. Faktor kelahiran
Beberapa masalah dalam kelahiran yang menyebabkan tunadaksa yaitu,
- Pinggul ibu yang terlalu sempit membuat bayi menjadi sulit keluar dan terjepit.
- Pemberian injeksi yang berlebihan untuk mendorong bayi keluar mempengaruhi sistem saraf otaknya.
- Treatment untuk mengeluarkan bayi yang dilakukan secara ditarik juga mempengaruhi saraf bayi.
b. Faktor kecelakaan
Faktor kecelakaan bisa menjadi hal yang utama penyebab tunadaksa pada seseorang. Kecelakaan bisa terjadi pada masa bayi, misalnya terjatuh pada saat digendong. Bisa juga terjadi pada saat anak sudah bisa berjalan, misal terjatuh dari tangga, terjatuh dari sepeda atau mengalami kecelakaan dengan orang lain.
c. Terkena virus
Tunadaksa dapat disebabkan karena virus yang menyerang tubuh.
D. PENANGANAN DAN REHABILITASI TUNADAKSA
Menurut Murtie (2014), penanganan yang dapat dilakukan terhadap anak penyandang tunadaksa adalah sebagai berikut:
- Orangtua perlu menyadari dan menerima sepenuhnya keadaan anak.
- Mencari info yang sebanyak-banyaknya tentang hal yang terkait dengan penanganan terhadap penyandang tunadaksa.
- Memberikan ruang gerak dan sekolah yang sesuai bagi anak agar mereka mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya.
- Stimulasi kemampuan anak dalam bidang yang dikuasai dan digemarinya.
HASIL STUDI KASUS INDIVIDU TUNADAKSA
Observasi dilakukan terhadap tetangga saya sendiri yang mengalami kelumpuhan sejak 5 tahun lalu.
Nama: Masinah
Usia: 67Tahun
Ibu: Alm. Hj. Nyai Hindun
Ayah: Alm. H. Samir
Anak: (Tidak Memiliki Anak)
(Saat ini tinggal bersama adik kandungnya)
Penyebab:
Berdasarkan hasil wawancara, beliau mengalami tunadaksa tanpa sebab, 5 tahun lalu, di Lampung Selatan, beliau pulang dari berjualan gorengan karena itu pekerjaan sehari harinya. Tiba - Tiba gelap, semua tulang seperti di remukan, sampai terdengar suara mengkretak dari atas hingga ke bagian tubuh bawah.
Setelah itu sampai saat ini tidak ada perubahan. Dibawa ke dokter dan dinyatakan struk.
Penanganan yang dirasakan
Selama 1 tahun di lampung bersama anak anak tiri, beliau merasa tidak betah sama sekali. Meskipun dibawa ke rumah sakit, dibelikan pempers, tapi tidak membuat beliau lantas bahagia, karena tidak ada anak tiri yang membersamai, makan hanya 1x sehari sehingga beliau sempat mengalami stres dan ingin segera meninggal.
1 tahun berakhir adik kandung menjemput beliau ke lampung, merawat 4 tahun dengan baik, sampai dia menyerahkan semua hidupnya kepada adik kandung. Pengobatan yang diberikan adik kandung lebih dari cukup, sampai dibangunkan kamar khusus untuk beliau, diberi makan lebih dari cukup, bahkan di berikan pakaian pakaian, beliau sadar segala yang diberikan adik kandung sudah habis puluhan juta untuk dirinya, suami adik kandung pun selama ini tidak pernah mempermasalahkan apapun. Beliau mengatakan bersyukur kepada Allah atas segala rezeki yang didapatkan.
1 hal yang membuatnya menyesal hingga saat ini, beliau berkata:
"Dulu ketika adik ibu kecil, pas dia masih SD, ibu ninggalin dia terus, ibu pergi main sama laki laki , gak mikirin dia makan apa nggk, dia cape apa nggk ketika ngurusin kambing, dan lain lain. Sedangkan ibu atau mamah kita gapernah ada dirumah, jualan bisa 3 hari keluar daerah, terus bapak juga pulang magrib terus kerja bikin gula kelapa. Kemudian Ibu ninggalin dia ke lampung pas dia kelas 6 sd, sampe dia masuk pesantren, berjuang di pesantren. ibu malah ngurusin anak anak tiri masih bayi, balita dan anak anak dari suami ibu.
Ketika kejadian ini nimpa ke ibu, rasanya sakit hati sama diri sendiri, adik yang dulu gapernah dipeduliin malah ngurusin sampe segininya, sedangkan anak anak tiri yang diurus dari kecil kurang mengurus"
Penyesalan memang selalu ada di akhir kan. Tapi tidak boleh terlarut larut, harus menerima semuanya dengan lapang dada.
SUMBER:
Admi SLBN. (2016). Pengertian, Ciri-Ciri, dan Karakteristik Anak Tunadaksa. Blog Resmi SLBN Banjarsari Wetan. Di Akses Dari: http://slbnbanjarsariwetan.sch.id/2016/09/05/pengertian-ciri-ciri-dan-karakteristik-Anak-Tunadaksa
Riadi Muhlisin. 2020. Tunadaksa (Pengertian, Jenis, Karakteristik, Faktor Penyebab dan Rehabilitasi). Beranda Kesehatan Kajian Pustaka. Di Akses Dari: https://www.kajianpustaka.com/2020/07/tunadaksa.html?m=1
Wawancara
💫💫💫💫💫
Penulis
Hani Mariah, Mahasiswi Bimbingan Konseling Islam, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Angkatan 2018.
Bilang sama diri kamu sendiri "hai self... jangan patah semangat ya, semua perjuanganmu, semua kerja kerasmu, semua hal tentang dirimu yang berproses dengan rasa sakit, luka hati dan tekanan.. tidak akan membuatmu semakin buruk.. sabar yaa self" ~Hani
Komentar
Posting Komentar